1-1

Renungan 1 Januari — Bunda Maria, Bunda Allah

Renungan 1 Januari — Bunda Maria, Bunda Allah

Refleksi iman tentang gelar Theotokos, dasar Kitab Suci, dan makna perayaan awal tahun.

Pertanyaan Iman: Mengapa Maria Disebut Bunda Allah?

Banyak umat beriman bertanya: bagaimana mungkin seorang manusia disebut Bunda Allah? Jawaban ini tidak sederhana, tetapi Gereja memiliki dasar Kitab Suci yang jelas. Malaikat Gabriel menyampaikan kepada Maria bahwa ia akan mengandung dan melahirkan seorang anak bernama Yesus, yang akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi (Luk 1:31–32). Maria bertanya, “Bagaimana mungkin hal itu terjadi, karena aku belum bersuami?” Malaikat menjawab, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau.”

Makna Gelar Theotokos

Dari teks Injil Lukas, kita memahami dua hal penting. Pertama, Maria melahirkan Yesus yang adalah Anak Allah, sehingga gelar Bunda Allah dapat dimengerti. Kedua, kelahiran Yesus bukan hasil hubungan manusiawi, melainkan karya Roh Kudus. Dengan demikian, Maria tidak melahirkan “keallahan” itu sendiri, tetapi melahirkan pribadi Yesus yang sungguh Allah dan sungguh manusia. Gelar Theotokos menegaskan peran Maria dalam karya keselamatan Allah.

Renungan Awal Tahun

Setiap 1 Januari, Gereja merayakan Maria sebagai Bunda Allah. Perayaan ini mengingatkan kita bahwa Maria adalah sosok yang mengawali kehidupan Yesus, Sang Penyelamat. Awal tahun juga menjadi simbol awal kehidupan baru, baik sebagai manusia maupun sebagai umat beriman, yang semuanya berasal dari Allah. Dengan merayakan Maria sebagai Bunda Allah, kita semakin sadar akan peranannya dalam karya keselamatan dan semakin khusyuk dalam devosi kepada-Nya.

Refleksi Iman

Gelar Bunda Allah bukan sekadar penghormatan, tetapi pengakuan iman akan misteri inkarnasi. Maria menjadi teladan iman yang terbuka pada karya Roh Kudus. Semoga perayaan ini menuntun kita untuk menempatkan Maria pada tempat yang semestinya: sebagai ibu Kristus, ibu Gereja, dan tanda kasih Allah bagi umat manusia.

© 2025 KEP Gereja Ibu Teresa. Halaman ini dirancang untuk memperkaya devosi dan katekese keluarga.

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari sesuatu ?

Banner Promosi

Paling Banyak Dibaca